Mungkinkah Diabetes Mellitus Menyerang Anak-anak?

By | November 26, 2015

Mungkinkah diabetes mellitus menyerang anak-anak? – Mungkin itu adalah salah satu pertanyaan yang ada dalam benak Anda. Seperti yang telah kita ketahui selama ini, penyakit diabetes atau kencing manis memang identik dengan mereka yang sudah lanjut usia. Ada banyak faktor yang menjadi pemicu timbulnya penyakit gula darah ini, dan yang paling umum terjadi adalah karena pola makan serta gaya hidup yang tidak sehat.

Penyakit diabetes mellitus pada anak-anak

Diabetes mellitus menyerang anak-anak

Mungkinkah diabetes mellitus menyerang anak-anak?

Mungkinkah diabetes mellitus menyerang anak-anak? Tidak hanya menyerang para lansia, penyakit diabetes mellitus juga menyerang anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa kasus diabetes pada anak-anak semakin meningkat. Adapun yang menjadi penyebab terjadinya diabetes pada anak-anak sangat beragam, terutama dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan yang buruk, faktor genetik (adanya riwayat diabetes dari keluarga), obesitas atau kegemukan, dan yang lainnya.

Tingginya asupan gula pada anak-anak diduga menjadi penyebab paling utama terjadinya kencing manis pada anak. Lemabaga kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan agar pemberian gula pada anak-anak tidak lebih dari 10% dari total energi yang dikonsumsi.

Menurut Angka Kecukupan Gizi Indonesia pada tahun 2004, anak usia 3-5 ahun seharusnya mengkonsumsi kurang dari 25 gram gula tambahan perharinya atau setara dengan 5 sendok teh. Sedangkan pada usia 4-6 tahun, jumlahnya tidak melebihi 38 gram atau 8 sendok teh.

Gejala diabetes mellitus pada anak

Gejala atau tanda-tanda diabetes dikenal dan biasa disebut 3P, antara lain :

  1. Polifagi : sering makan karena rasa lapar yang berulang
  2. Polidipsi : sering minum karena rasa haus yang berulang
  3. Poliuri : sering kencing, termasuk mengompol pada malam hari pada anak yang biasanya sudah tidak mengompol).

Berikut ini adalah gejala dini penyakit diabetes mellitus pada anak seperti yang dilansir dari boldsky.com.

  • Mudah haus. Gejala ini merupakan gejala paling umum pada anak yang terkena diabetes. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan kadar gula darah. Dengan adanya rasa haus ini menjadikan mereka lebih suka mengkonsumsi minuman dingin yang manis, dan inilah yang akan memperburuk kondisi penyakit diabetes itu sendiri.
  • Sering buang air kecil. Karena mereka sering minum, maka anak-anak juga akan sering buang air kecil. Dan tidak terkecuali pada malam hari. Mereka akan mengompol, meskipun sebenarnya sudah tidak mengompol lagi.
  • Selalu lapar. Selain sering merasa haus, anak juga akan mudah merasa lapar. Hal ini karena tidak adanya insulin untuk mentransfer gula di dalam tubuh sehingga proses ini akan menghabiskan energi dan membuat cepat lapar.
  • Penurunan berat badan drastis. Meskipun sering makan dan juga minum, anak-anak yang menderita diabetes mellitus akan cenderung kehilangan berat badan secara drastis.
  • Merasa selalu lelah. Anak yang mengalami diabetes akan mudah lelah, karena energi mereka terpakai untuk mentransfer gula ke seluruh tubuh.
  • Masalah penglihatan. Kadar gula darah yang cukup tinggi akan menyebabkan cairan tubuh meningkat pula, termasuk cairan di dalam mata mereka. Hal inilah yang kemudian menyebabkan masalah pada penglihatan sang anak.
  • Infeksi ragi. Gejala diabetes juga menyebabkan infeksi ragi organ vital anak-anak terutama pada anak perempuan. hal ini juga yang akan menyebabkan ruam popok.
  • Masalah perilaku. Gejala diabetes mampu mempengaruhi perilaku anak. Mereka mudah labil dan mudah merasa jengkel, hal ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah yang tinggi.

Itulah sajian informasi mengenai penyakit diabetes mellitus pada anak yang harus diwaspadai. kenali gejalanya sedini mungkin dan lakukan pemeriksaan serta pengobatan agar buah hati Anda dapat terhindar dari ancaman diabetes yang berbahaya. Semoga bermanfaat.

Kata kunci pencarian :

pertanyaan tentang DM pada anak, , 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.